Bunga Langka Muncul di Halaman SD 28, Kades Mengkirai Jaya: Warga Sudah Terbiasa

oleh

SINTANG – Fenomena kemunculan bunga langka kembali terjadi di Desa Mengkirai Jaya, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang. Kali ini, bunga yang dikenal masyarakat sebagai bunga bangkai ditemukan tumbuh di sekitar halaman SD 28 yang berada di Dusun Sempereni.

Kepala Desa Mengkirai Jaya, Benediktus Uti, mengungkapkan bahwa dirinya baru mengetahui keberadaan bunga tersebut setelah mendapat informasi dari masyarakat. Ia mengaku cukup terkejut, namun setelah mendengar penjelasan warga, fenomena tersebut ternyata bukan hal baru di wilayah tersebut.

“Saya baru tahu kemarin bahwa ada bunga yang aneh tumbuh di sekitar wilayah halaman SD 28 Desa Mengkirai Jaya, Dusun Sempereni. Menurut keterangan dari warga, khususnya orang-orang tua, bunga tersebut memang sering terlihat muncul di wilayah sekitar sekolah itu,” ujarnya, sabtu (11/4/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa bagi sebagian masyarakat setempat, kemunculan bunga tersebut bukanlah hal yang asing. Berdasarkan cerita turun-temurun, bunga tersebut memang sesekali tumbuh di kawasan itu, terutama pada waktu-waktu tertentu.

“Jadi, sepertinya masyarakat Desa Mengkirai Jaya tidak terlalu menganggap ini sebagai hal yang aneh. Dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai bunga bangkai, sementara dalam bahasa kami di desa disebut badol,” tambahnya.

Meski demikian, keberadaan bunga langka ini tetap menjadi perhatian tersendiri, terutama bagi warga yang belum pernah melihatnya secara langsung. Beberapa warga bahkan datang ke lokasi untuk menyaksikan secara dekat keunikan bunga tersebut.

Pemerintah desa mengimbau masyarakat, khususnya anak-anak, untuk tidak merusak atau mengganggu keberadaan bunga tersebut. Selain sebagai bagian dari kekayaan alam, bunga langka ini juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan sekitar.

Dengan kemunculan fenomena ini, diharapkan masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan serta menjaga kelestarian flora yang tumbuh secara alami di wilayah Desa Mengkirai Jaya. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.