SINTANG – Camat Ketungau Hulu, Ramdi Nahum, mengapresiasi pelaksanaan ritual adat tolak bala yang digelar HPI Group (KSA, BHA, DAP, SEP) di halaman Kantor Kebun KSA, BHA, dan DAP, Sabtu (11/4/2026). Ia menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan, baik secara spiritual maupun sosial di tengah masyarakat.
Menurut Ramdi Nahum, ritual adat bukan hanya bagian dari tradisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan antara perusahaan, masyarakat adat, dan pemerintah.
“Kegiatan ini sangat positif. Selain sebagai bentuk penghormatan terhadap adat istiadat, juga menjadi langkah bersama dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara perusahaan dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya di Kecamatan Ketungau Hulu yang memiliki keberagaman latar belakang sosial dan budaya.
Ritual adat tolak bala tersebut turut dihadiri oleh Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Ketungau Hulu, para temenggung, tokoh adat, serta kepala desa di wilayah kemitraan perusahaan. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan dukungan kuat terhadap upaya menjaga nilai-nilai adat sekaligus mempererat hubungan antar pihak.
Ramdi berharap, melalui kegiatan seperti ini, segala potensi gangguan, baik yang bersifat sosial maupun keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), dapat diminimalisir.
“Dengan adanya kegiatan ini, kita berharap masyarakat dan karyawan perusahaan dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Stabilitas wilayah harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga situasi tetap kondusif, termasuk mencegah masuknya pihak-pihak luar yang berpotensi menimbulkan gangguan.
“Semua pihak harus saling menghormati, terutama terhadap adat istiadat yang berlaku. Jangan sampai ada pihak luar yang justru memperkeruh keadaan,” tambahnya.
Sementara itu, pihak perusahaan melalui Humas, Idit, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen HPI Group dalam menghormati kearifan lokal sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat adat.
Dukungan juga datang dari unsur kepolisian. Kapolsek Ketungau Hulu, AKP Hadi, menilai kegiatan adat seperti ini mampu menciptakan suasana yang lebih kondusif, yang pada akhirnya berdampak positif terhadap iklim investasi di daerah.
Dengan digelarnya ritual adat tolak bala ini, Camat Ketungau Hulu berharap hubungan antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah semakin harmonis, serta situasi yang aman dan kondusif dapat terus terjaga di wilayah tersebut. (RED)





