SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang mulai mematangkan strategi besar untuk mempercepat pembangunan fisik di seluruh wilayah pada tahun anggaran 2027. Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), pemerintah daerah menetapkan perbaikan infrastruktur sebagai tulang punggung utama penggerak ekonomi masyarakat sekaligus pemutus rantai keterisolasian.
Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar di Pendopo Bupati Sintang pada Kamis, 9 April 2026, diungkapkan bahwa fokus utama tahun depan adalah meningkatkan kualitas jalan dan jembatan secara signifikan. Langkah ini diambil guna mengatasi tantangan mobilitas warga yang selama ini terhambat oleh kondisi geografis, serta untuk memperlancar arus distribusi barang dari desa menuju pusat kota.
Kepala Bappeda Kabupaten Sintang, Kurniawan, menjelaskan bahwa visi pembangunan 2027 tidak hanya terpaku pada jalan raya. Penyediaan akses air bersih, fasilitas sanitasi yang memadai, serta pengembangan pemukiman layak huni juga menjadi prioritas yang tidak terpisahkan dalam dokumen perencanaan daerah. Menurutnya, infrastruktur yang kuat akan secara otomatis meningkatkan daya saing daerah di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kami menyadari bahwa infrastruktur adalah kunci utama untuk membuka keterisolasian wilayah. Oleh karena itu, di tahun 2027, fokus kami adalah memastikan pembangunan infrastruktur yang merata dan berkualitas agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat hingga ke pelosok desa,” ujar Kurniawan dalam paparannya di hadapan para pemangku kepentingan.
Pemerintah Kabupaten Sintang optimistis bahwa dengan kondisi jalan yang semakin mantap, denyut nadi perekonomian di tingkat akar rumput akan semakin kencang. Dengan target konektivitas yang merata, pertumbuhan ekonomi daerah yang saat ini berada di angka 5 persen diharapkan dapat terus terjaga dan bahkan meningkat secara berkelanjutan. Program ini diharapkan menjadi warisan pembangunan yang kokoh bagi kesejahteraan jangka panjang seluruh warga Sintang. (RED)




