Keterbatasan Anggaran, Pelatihan Paskibraka Sintang 2026 Disesuaikan

oleh

SINTANG — Pelaksanaan kegiatan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sintang tahun 2026 menghadapi tantangan dari sisi pembiayaan. Keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi sejumlah aspek teknis, termasuk durasi pendidikan dan pelatihan bagi peserta terpilih.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sintang, Abdul Syufriadi, menyampaikan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini mengharuskan adanya penyesuaian dalam pelaksanaan program. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya menjaga kualitas kegiatan agar tidak menurun.

“Situasi anggaran memang menjadi perhatian kami tahun ini. Karena itu, beberapa penyesuaian dilakukan, termasuk pada durasi pelatihan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, jika pada kondisi ideal pelatihan dapat berlangsung lebih lama, tahun ini kegiatan direncanakan hanya selama 14 hari, yakni mulai 5 hingga 18 Agustus 2026. Penyesuaian ini dilakukan sebagai langkah efisiensi tanpa menghilangkan substansi pembinaan.

“Walaupun waktunya lebih singkat, kami tetap memastikan materi pelatihan diberikan secara maksimal. Fokusnya pada pembentukan disiplin, karakter, dan kesiapan peserta,” jelas Abdul.

Selain durasi, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan juga turut disesuaikan. Dari rencana awal, jumlah peserta dibatasi menjadi 33 orang sebagai bagian dari upaya menyeimbangkan kebutuhan kegiatan dengan kemampuan anggaran.

“Pembatasan ini bukan untuk mengurangi semangat, tetapi lebih kepada penyesuaian agar pelaksanaan tetap berjalan efektif dan terukur,” katanya.

Abdul menambahkan, sumber pembiayaan kegiatan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sintang tahun 2026. Namun, ia mengakui bahwa alokasi yang tersedia belum sepenuhnya mencukupi untuk mendukung seluruh kebutuhan kegiatan secara optimal.

Oleh karena itu, pihaknya telah mengajukan usulan tambahan anggaran kepada pemerintah daerah melalui mekanisme yang berlaku. “Kami sudah menyampaikan telaahan staf kepada Bupati Sintang agar kekurangan anggaran ini dapat dipertimbangkan dalam APBD Perubahan,” ungkapnya.

Ia berharap adanya dukungan lanjutan dari pemerintah daerah agar program pembinaan Paskibraka tetap berjalan dengan baik, mengingat kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki nilai strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berjiwa nasionalisme.

“Harapan kami, meskipun dengan keterbatasan, kegiatan ini tetap mampu melahirkan putra-putri terbaik daerah yang siap mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab,” pungkas Abdul. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.