Lasarus Harap Renovasi Betang Ensaid Panjang Dorong Produksi Kain Tenun Sintang

oleh

SINTANG – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, berharap renovasi Rumah Betang Ensaid Panjang dapat memberikan kenyamanan bagi para ibu-ibu dalam menenun, sehingga produksi kain tenun di Kabupaten Sintang semakin meningkat.

“Kita ingin mengembangkan kegiatan menenun di Rumah Betang Ensaid Panjang. Harapannya, orang-orang yang ingin melihat tenun ikat asli Kalimantan Barat bisa langsung datang ke sini,” ujar Lasarus.

Ia menekankan pentingnya peran kepala desa dalam membina generasi muda agar mereka tertarik dan terampil dalam menenun. Hal ini mengingat bahwa para penenun senior memiliki keterbatasan usia, sehingga perlu adanya regenerasi agar tradisi ini terus terjaga secara turun-temurun.

“Yang muda harus jadi generasi penerus. Dengan begitu, ke depan, Rumah Betang Ensaid Panjang dapat terus menjadi pusat produksi kain tenun ikat,” tambahnya.

Lasarus juga menyoroti peningkatan kenyamanan bagi para penenun setelah renovasi rumah betang. Menurutnya, kondisi bangunan sebelumnya kurang mendukung aktivitas menenun dalam jangka waktu lama.

“Dulu, duduk saja sudah sakit, sekarang lantainya sudah rata, lebih nyaman untuk menenun,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kain tenun ikat merupakan barang yang langka dan berharga. Berdasarkan pengamatannya, daerah yang masih aktif dalam menenun di Kalimantan Barat hanya ada di Kabupaten Kapuas Hulu dan Sintang, dengan Sintang sebagai pusat yang lebih kuat, terutama di Betang Ensaid Panjang.

Dengan adanya renovasi ini, Lasarus berharap produksi kain tenun ikat semakin meningkat, sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Dayak di Kalimantan Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.