JAKARTA – Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, secara langsung mengusulkan pembangunan Jembatan Melawi II di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Basuki Hadimuljono. Usulan ini disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI yang digelar pada Rabu, 18 September 2024, terkait Penyesuaian Alokasi Anggaran menurut Fungsi, Program, dan Rincian Kegiatan masing-masing unit Eselon I dalam RAPBN Tahun Anggaran 2025.
Dalam rapat yang membahas berbagai proyek infrastruktur strategis nasional, Lasarus menyoroti pentingnya pembangunan Jembatan Melawi II sebagai akses vital yang menghubungkan beberapa wilayah penting di Kalimantan Barat. Ia menegaskan bahwa jembatan ini sangat dibutuhkan, terutama karena Jembatan Melawi yang saat ini ada merupakan satu-satunya akses utama bagi masyarakat Sintang dan Kapuas Hulu.
“O ya pak, tolong perhatikan Jembatan Melawi di Kota Sintang karena itu satu-satunya akses. Pak Menteri pernah lewat kolong jembatan satu spit sama saya,” ujar Lasarus dalam rapat tersebut, sambil mengingatkan pengalaman Menteri PUPR saat bersama-sama meninjau langsung kondisi di lapangan. Menurut Lasarus, jembatan yang ada saat ini sudah tidak memadai lagi untuk menampung volume lalu lintas yang semakin meningkat.
Ia melanjutkan dengan menekankan urgensi pembangunan Jembatan Melawi II. “Kalau ada apa-apa kan repot, pak, ke Kota Sintang dan Kapuas Hulu-nya. Mudah-mudahan sudah ada persiapannya atau perencanaannya,” tambahnya, berharap agar Kementerian PUPR telah memiliki rencana matang untuk proyek tersebut.
Lebih lanjut, Lasarus memberikan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan kawasan di sekitar Sungai Tebelian sebagai akses alternatif. “Saya setuju, Pak. Kepala balai paling gampang kita duplikasi, tapi kalau Pak Menteri mau lebih, kita buka kawasan ke arah Sungai Tebelian,” jelasnya. Menurutnya, dengan membuka kawasan ini, akses ke wilayah Putussibau dari arah Pontianak tidak lagi harus melalui Kota Sintang. Hal ini akan mempermudah mobilitas masyarakat dan distribusi logistik ke wilayah pedalaman Kalimantan Barat.
Selain itu, Lasarus juga menekankan bahwa pembebasan lahan untuk proyek ini tidak akan menjadi kendala, mengingat pemerintah daerah telah siap mendukung dan berkolaborasi dalam realisasi pembangunan. “Pembebasan lahan, Pemda siap. Sehingga orang masuk ke arah Putussibau tidak perlu lewat Kota Sintang,” ungkapnya. (TRI)