Stok Terbatas, Harga Cabai di Sintang Melonjak Tajam dalam Sepekan

oleh

SINTANG – Keterbatasan distribusi menjadi salah satu faktor yang mendorong naiknya harga cabai di Kabupaten Sintang. Pada awal April 2026, komoditas ini tercatat mengalami kenaikan paling tinggi dibandingkan bahan pokok lainnya.

Lonjakan harga paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah. Di pasaran, komoditas ini kini menembus kisaran Rp123 ribu per kilogram, meningkat tajam dibandingkan harga sebelumnya. Sementara itu, cabai keriting basah dan cabai rawit hijau juga ikut mengalami kenaikan, meski tidak setinggi cabai rawit merah.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Sintang, Subendi, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu oleh distribusi yang belum lancar. Ketersediaan barang yang terbatas di tingkat pedagang menyebabkan harga bergerak naik dalam waktu singkat.

“Suplai cabai yang belum stabil membuat harga di pasar ikut terdorong naik. Ini yang sedang kami pantau secara intensif,” ujarnya.

Data dari dinas terkait menunjukkan, harga cabai rawit merah naik sebesar Rp33.500 atau sekitar 31,31 persen, dari sebelumnya Rp90.000 menjadi Rp123.500 per kilogram. Cabai keriting basah mengalami kenaikan Rp7.500 atau 10,71 persen menjadi Rp82.500 per kilogram. Sedangkan cabai rawit hijau meningkat 11,78 persen dan kini berada di angka Rp72.500 per kilogram.

Di sisi lain, tidak semua bahan pokok mengalami kenaikan. Beberapa komoditas justru menunjukkan tren penurunan harga, seperti daging sapi dan ayam broiler. Penurunan juga terjadi pada bawang merah dan kentang, yang sedikit meringankan beban belanja masyarakat.

Adapun harga kebutuhan pokok lainnya, seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, serta tepung terigu, relatif stabil tanpa perubahan signifikan.

Pemerintah daerah melalui instansi terkait terus melakukan pemantauan rutin terhadap pergerakan harga di pasar. Langkah ini diambil untuk menjaga kestabilan pasokan dan memastikan lonjakan harga tidak berlangsung dalam waktu lama, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.