Sukses Turunkan Inflasi, Pemkab Sintang Bakal Diganjar Dana Insentif dari Pusat

oleh

SINTANG – Wakil Bupati Sintang Melkianus mengaku senang dan bangga atas capaian inflasi di Kabupaten Sintang beberapa bulan terakhir yang sudah berhasil diturunkan dan stabil hingga sekarang.

“Kita berhasil menurunkan dan mengendali angka inflasi berkat kerjasama dan dukungan banyak pihak,” beber Wabup Sintang, Kamis (19/10/2023).

Pihaknya sudah menerima surat dari Mendagri yang menegaskan bentuk penghargaan bagi suatu daerah mampu menurunkan dan mengendalikan inflasi.

“Maka daerah tersebut akan mendapatkan dana insentif fiskal dari pemerintah pusat,” terang Melkianus.

Berkat keberhasilan dalam menurunkan inflasi ini, kita Pemkab Sintang sudah menerima dua kali dana insentif dari pemerintah pusat sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan kita dalam menurunkan dan mengendalikan inflasi.

“Bahkan saya langsung yang menghadiri kegiataan penyerahan dana insentif fiskal tersebut dari Mendagri dan Menteri Keuangan,” tambah Wabup Sintang.

Ia mengaku bangga dengan capaian ini. Ini memang memerlukan kerjasama dan dukungan banyak pihak.

Pemkab Sintang saja tentunya tidak mampu menurunkan angka inflasi sendirian, tetapi ada kerjasama dan dukungan dari banyak pihak.

“Dan kerjasama ini harus kita teruskan, jaga dan bahkan diperkuat,” terang Wabup Sintang.

Sementara itu, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam pada Bappeda Kabupaten Sintang Boby Oktavianus menjelaskan angka inflasi Kabupaten Sintang per Oktober 2023 adalah 1,86 persen.

“BPS Kabupaten Sintang sudah mengeluarkan data statistik inflasi di Kabupaten Sintang. Jadi datanya adalah kalau data month to month angka infasinya 0, 29 persen, data year to date adalah 1, 35 persen dan year on year 1,86 persen. Jadi angka inflasi Kabupaten Sintang saat ini adalah 1,86 persen,” beber Boby Oktavianus.

Komoditas terbesar penyumbang angka inflasi di Kabupaten Sintang data month to month adalah timun 0,14 persen, angkutan udara 0,13 persen, beras 0,10 persen, kacang panjang 0,08 persen dan ikan tongkol 0,07 persen.

“Sementara komoditas penyumbang inflasi di Kabupaten Sintang data year on year adalah beras 0,45 persen, rokok 0,23 persen, bawang putih 0,15 persen, emas perhiasan 0,13 persen, dan angkutan udara 0, 13 persen,” tutup Boby Oktavianus. (Rilis Prokopim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.