SINTANG – Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Indra Subekti, menekankan pentingnya memaknai kegiatan silaturahmi sebagai sarana yang memiliki substansi, bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Menurutnya, silaturahmi yang dilakukan pemerintah daerah harus mampu menjadi ruang komunikasi langsung dengan masyarakat serta wadah menyerap berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.
Hal tersebut disampaikan Indra Subekti dalam momentum rangkaian kegiatan Idul Fitri di Kabupaten Sintang. Ia menilai, suasana kebersamaan yang tercipta saat hari raya menjadi kesempatan yang tepat bagi pemerintah untuk lebih dekat dengan masyarakat dan mendengar secara langsung aspirasi mereka.
“Silaturahmi tidak boleh hanya dimaknai sebagai rutinitas. Harus ada substansi di dalamnya, yakni bagaimana kita membangun komunikasi langsung dengan masyarakat dan memahami persoalan yang mereka hadapi,” ujarnya.
Indra mengungkapkan, sejumlah isu masih menjadi perhatian di tengah masyarakat, seperti kondisi ekonomi, pembangunan infrastruktur, hingga kualitas pelayanan publik. Ia menilai, persoalan tersebut sering kali lebih mudah terungkap melalui komunikasi informal dibandingkan forum resmi.
Menurutnya, interaksi yang terjalin dalam kegiatan silaturahmi dapat menjadi sumber informasi penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan. Oleh karena itu, ia mendorong agar setiap aspirasi yang muncul dapat ditindaklanjuti secara nyata, bukan hanya menjadi catatan tanpa realisasi.
“Yang dibutuhkan masyarakat bukan hanya kehadiran, tetapi solusi. Aspirasi yang disampaikan harus benar-benar diterjemahkan dalam program pembangunan yang tepat sasaran,” tegasnya.
Sebagai pimpinan legislatif, Indra juga menegaskan komitmen DPRD untuk mengawal setiap aspirasi masyarakat agar dapat masuk dalam perencanaan pembangunan daerah. Ia menyebut, sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Selain itu, ia mengingatkan bahwa Kabupaten Sintang yang memiliki keberagaman suku dan agama harus terus menjaga nilai toleransi. Namun, menurutnya, keharmonisan tersebut harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Indra berharap ke depan kegiatan silaturahmi tidak hanya menjadi simbol kebersamaan, tetapi benar-benar dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dua arah yang efektif antara pemerintah dan masyarakat, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan. (RED)





