SINTANG – Masyarakat Desa Binjai Hilir, Kecamatan Binjai Hulu, Kabupaten Sintang mendesak Pemerintah Provinsi Kalbar segera memperbaiki jembatan sungai sengatap yang ambruk di ruas jalan provinsi Sintang binjai pada kamis 22 september lalu.
Tokoh masyarakat Desa Binjai Hilir, Yusup mengatakan, sejak jembatan tersebut di bangunan pada tahun 81 belum ada perbaikan yang berarti, setiap rusak masyarakat hanya bergotong royong memperbaikinya namun karena kali ini kerusakan jembatan tersebut sangat parah masyarakat tidak mampu memperbaikinya.
“Jembatan tersebut ambruk dua hari diduga akibat abrasi, jembatan dibangun pada tahun 81 dan sampai sekarang belum ada perbaikan yang berarti, kami setiap rusak gotong royong memperbaikinya namun karena kerusakannya kali ini cukup parah kami tidak mampu” Terang Yusup
Yusup meminta pemerintah provinsi segera memperbaiki jembatan yang rusak tersebut karena jembatan ini berada pada ruas jalan provinsi, dan akses utama masyarakat di 4 kecamatan yakni kecamatan Binjai Hulu, Ketungau Hilir, Ketungau Tengah, dan Kecamatan Ketungau Hulu.
“Kami mohon kepada pihak pemerintah, khusus pemerintah provinsi, pak gubernur untuk segera mengambil tindakan dengan rusaknya jembatan ini”
Sementara itu tokoh pemuda, Andreas meminta perbaikan jembatan dianggarkan secara bersamaan dengan perbaikan jalan yang tengah dilakukan saat ini, karena keduanya satu mata rantai yang tidak dapat dipisahkan.
“Kami bersyukur jalan Sintang Binjai telah kerjakan hingga aspal, namum aneh jembatan-jembatan tidak diperbaiki sementara jalan dikerjakan, kami minta harus dianggarkan secara bersamaan.
Andreas menambahkan, dari kota Sintang sampai Desa Binjai Hilir saja ada kurang lebih 10 jembatan, dan itu masih kayu kondisinya juga rusak, oleh karena itu ia berharap pemerintah segera memperbaiki jembatan-jembatan tersebut, mengantinya dengan jembatan rangka baja.
“Dari kota Sintang sampai Desa Binjai Hilir saja ada kurang lebih 10 jembatan kayu, kondisinya rusak parah, kami minta jembatan-jembatan tersebut diganti dengan jembatan rangka baja” Tutup Andreas. (RED)