Warga Terpaksa Putar Lewat Melawi, Akses Tebidah–Serawai Nyaris Lumpuh

oleh

SINTANG — Masyarakat harus mencari jalur alternatif demi tetap bisa beraktivitas. Kondisi ini terjadi akibat rusaknya ruas jalan provinsi yang menghubungkan Tebidah dengan Nanga Serawai, ibu kota Kecamatan Serawai, yang kini sulit dilalui kendaraan.

Kerusakan parah dilaporkan terjadi di sejumlah titik, terutama pada jalur Bunyau menuju Lanjau. Camat Serawai, Albertus Nopeka Kusnadi, menyebutkan bahwa kondisi jalan di ruas tersebut sudah tidak memungkinkan untuk dilalui, bahkan oleh kendaraan roda dua.

“Untuk jalur dari Bunyau ke Lanjau kondisinya sudah tidak memungkinkan dilalui. Sementara dari Lanjau menuju Serawai masih bisa digunakan, tetapi tetap dalam kondisi rusak, terutama di jalan tanah merah yang licin saat hujan,” ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, warga terpaksa memilih jalur lain yang dinilai lebih aman meski harus menempuh perjalanan lebih jauh. Rute melalui wilayah Kabupaten Melawi kini menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang hendak menuju Serawai maupun sebaliknya.

Menurut Albertus, keputusan warga untuk memutar arah bukan tanpa alasan. Selain kondisi jalan yang rusak berat, faktor keselamatan juga menjadi pertimbangan utama, terutama di titik-titik jalan yang sulit dilalui saat hujan.

“Memang banyak yang memilih lewat Melawi. Jalur utama saat ini sangat sulit dilewati, terutama di ruas Bunyau hingga Lanjau,” tambahnya.

Tidak hanya jalan, kondisi jembatan di sepanjang ruas tersebut juga memperburuk situasi. Beberapa jembatan dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius, termasuk satu jembatan dengan bentang panjang yang memerlukan penanganan segera.

Pemerintah kecamatan berharap adanya perhatian dari pihak terkait untuk segera melakukan perbaikan. Jalur tersebut dinilai sangat penting karena menjadi akses utama masyarakat serta mendukung kelancaran distribusi barang dan kebutuhan pokok di wilayah Serawai. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.