SINTANG – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang, Yohanes Rumpak, menegaskan bahwa kegiatan silaturahmi tidak seharusnya dimaknai sekadar sebagai tradisi atau rutinitas seremonial semata. Menurutnya, silaturahmi justru harus menjadi sarana strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Pernyataan tersebut disampaikan Yohanes dalam rangkaian kegiatan silaturahmi Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Sintang. Ia menilai, momentum kebersamaan yang terbangun saat Idul Fitri menjadi kesempatan penting bagi para pemangku kebijakan untuk lebih dekat dengan masyarakat.
“Silaturahmi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi harus dimaknai sebagai ruang untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan keluhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam berbagai kunjungan yang dilakukan, banyak isu yang mencuat dari masyarakat, mulai dari persoalan ekonomi, infrastruktur, hingga pelayanan publik. Menurutnya, hal tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar dapat ditindaklanjuti melalui kebijakan yang tepat.
“Persoalan ekonomi masyarakat, kondisi infrastruktur di beberapa wilayah, hingga pelayanan publik masih menjadi catatan yang perlu kita perbaiki bersama. Ini yang harus kita tangkap dari setiap pertemuan dengan masyarakat,” tegasnya.
Yohanes juga menekankan bahwa pendekatan langsung seperti silaturahmi memiliki keunggulan dibandingkan forum formal, karena masyarakat cenderung lebih terbuka dalam menyampaikan aspirasi mereka. Dengan demikian, pemerintah dapat memperoleh gambaran yang lebih nyata mengenai kondisi di lapangan.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif dalam menindaklanjuti berbagai aspirasi tersebut. Menurutnya, kolaborasi yang baik akan mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Kita di DPRD tentu akan mendorong agar aspirasi yang disampaikan masyarakat bisa masuk dalam perencanaan pembangunan daerah,” katanya.
Ia juga menilai bahwa momentum Idul Fitri harus dimanfaatkan tidak hanya untuk mempererat hubungan sosial, tetapi juga sebagai ajang evaluasi terhadap kinerja pemerintah dalam melayani masyarakat.
Di akhir pernyataannya, Yohanes berharap kegiatan silaturahmi ke depan dapat terus dimaksimalkan sebagai wadah komunikasi dua arah antara pemerintah dan masyarakat, sehingga pembangunan di Kabupaten Sintang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. (RED)





