SINTANG – Bupati Sintang, Gregorius Herkulanus Bala, menyoroti maraknya aksi pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan “ninja sawit”. Menurutnya, praktik tersebut tidak hanya merugikan petani dan perusahaan perkebunan, tetapi juga mengganggu iklim usaha serta keamanan di wilayah perkebunan.
Pernyataan tersebut disampaikan Gregorius Herkulanus Bala saat menghadiri perayaan Milad ke-7 Komunitas Petani Sawit Kalimantan Barat (KPSKB) yang digelar di Aula Serantung Waterpark, Kabupaten Sintang, Rabu (17/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati Sintang mengajak seluruh petani sawit, aparat keamanan, pemerintah desa, serta pemangku kepentingan lainnya untuk bersama-sama memerangi aksi pencurian sawit yang hingga kini masih terjadi di sejumlah wilayah.
“Saya menyoroti keamanan kebun sawit karena masih adanya kasus pencurian sawit. Kita semua harus sepakat untuk menekan praktik pencurian tersebut agar tidak terus merugikan para petani,” ujar Gregorius Herkulanus Bala.
Menurutnya, keberadaan “ninja sawit” menjadi ancaman serius bagi petani, terutama petani swadaya yang sangat bergantung pada hasil panen sawit untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Karena itu, diperlukan kerja sama dan kepedulian semua pihak untuk menjaga keamanan kebun serta mencegah terjadinya tindak pencurian.
Selain persoalan pencurian, Bupati Sintang juga menyoroti masih beredarnya bibit dan pupuk palsu yang dapat merugikan petani. Ia mengingatkan para petani agar lebih teliti dalam membeli sarana produksi perkebunan dan aktif mencari informasi dari sumber yang terpercaya.
“Kalau kita ingin petani sejahtera, maka pencurian sawit harus ditekan dan peredaran bibit maupun pupuk palsu juga harus dihentikan. Kita harus kompak dan saling mendukung,” tegasnya.
Gregorius Herkulanus Bala menilai forum yang mempertemukan para petani sawit seperti KPSKB sangat penting karena menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, pengetahuan, dan informasi terkait pengelolaan kebun sawit yang baik.
Ia berharap melalui kolaborasi yang kuat antara petani, pemerintah, aparat keamanan, dan pelaku usaha, kasus pencurian sawit maupun peredaran produk palsu dapat diminimalkan sehingga sektor perkebunan sawit mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat Kabupaten Sintang.





