Infrastruktur dan Pelayanan Dasar Jadi Sorotan dalam Rakor Desa Tempunak 2026

oleh

SINTANG – Kondisi infrastruktur dasar di desa, seperti jalan dan jembatan, serta layanan pendidikan dan kesehatan menjadi perhatian utama dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Desa se-Kecamatan Tempunak Tahun 2026 yang digelar pada Senin, 30 Maret 2026. Pemerintah kecamatan menilai, kualitas infrastruktur dan pelayanan dasar memiliki peran besar dalam menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat desa.

Camat Tempunak, Fransiskus Sumadi, menegaskan bahwa pembangunan desa tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan infrastruktur yang memadai dan pelayanan dasar yang baik. “Jika akses jalan dan jembatan masih terbatas, tentu akan berdampak pada aktivitas ekonomi dan pelayanan publik. Begitu juga dengan pendidikan dan kesehatan yang harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Rakor tersebut diikuti oleh seluruh kepala desa dan perangkat desa sebagai bagian dari upaya memperkuat koordinasi sekaligus mengevaluasi jalannya pemerintahan desa. Dalam forum ini, berbagai persoalan di lapangan dibahas secara terbuka agar dapat ditemukan solusi bersama.

Fransiskus menjelaskan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi antar pemerintah desa dan kecamatan. “Kami ingin memastikan setiap desa dapat menyampaikan kondisi riil di lapangan, termasuk hambatan yang dihadapi dalam menjalankan program-program pemerintah,” katanya.

Ia juga menyoroti progres pelaksanaan program nasional seperti KDMP dan MBG yang perlu terus dipantau agar berjalan sesuai target. Menurutnya, koordinasi yang baik akan membantu mempercepat realisasi program tersebut di tingkat desa.

Dalam diskusi, para kepala desa menyampaikan berbagai kendala, mulai dari keterbatasan anggaran, sulitnya akses wilayah, hingga perlunya peningkatan kapasitas aparatur desa. Hal ini menjadi bahan evaluasi bersama untuk menentukan langkah strategis ke depan.

Selain itu, Camat Tempunak mengingatkan pentingnya penyusunan APBDes Tahun 2026 secara tepat waktu. “Perencanaan harus dilakukan sesuai aturan, dan laporan pertanggungjawaban tahun sebelumnya juga harus segera diselesaikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, transparansi dan tertib administrasi menjadi kunci dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Melalui rakor ini, diharapkan sinergi antara kecamatan dan desa semakin kuat sehingga pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.