Rangkaian Bencana 2026, Sintang Hadapi Banjir, Karhutla hingga Gempa

oleh

SINTANG – Kabupaten Sintang menghadapi berbagai bencana alam sepanjang tahun 2026, mulai dari banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga gempa bumi yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah.

Kepala BPBD Sintang, Kusnidar, mengungkapkan bahwa banjir masih menjadi bencana paling dominan yang terjadi setiap tahun. Pada 2026, banjir tercatat melanda tiga kecamatan, yakni Sepauk, Tempunak, dan Ketungau Hulu, dengan total 18 desa terdampak.

“Banjir masih menjadi bencana rutin yang kita hadapi setiap tahun. Dampaknya cukup luas dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” kata Kusnidar.

Selain banjir, karhutla juga terjadi di dua kecamatan, yaitu Sintang dan Sungai Tebelian, yang berdampak pada empat desa. Kondisi ini menunjukkan bahwa ancaman bencana di Sintang bersifat kompleks dan memerlukan penanganan terpadu.

Tak hanya itu, munculnya kejadian gempa bumi semakin menambah daftar bencana yang harus diantisipasi. Beberapa kejadian gempa terjadi sejak Januari hingga Maret 2026 di wilayah Sintang dan Kayan Hilir.

“Gempa bumi ini menjadi tantangan baru bagi kita. Bahkan menyebabkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur seperti jembatan,” ujarnya.

Menurut Kusnidar, kondisi ini menuntut adanya perhatian serius dari semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat. Ia menegaskan pentingnya pemahaman yang benar terhadap berbagai jenis bencana agar dampaknya dapat diminimalisir.

“Ini harus menjadi atensi bersama. Kita tidak bisa bekerja sendiri, perlu keterlibatan semua pihak,” tegasnya.

BPBD juga terus berupaya memperkuat program Desa Tangguh Bencana (Destana), meskipun saat ini belum seluruh desa di Sintang dapat dijangkau.

Dengan berbagai bencana yang terjadi, pemerintah daerah diharapkan semakin meningkatkan koordinasi dan kesiapsiagaan guna melindungi masyarakat dari risiko bencana di masa mendatang. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.