Yohanes Rumpak Tekankan Peran ICDN dalam Menjawab Tantangan Ekonomi dan Geopolitik

oleh

SINTANG – Pelantikan Yohanes Rumpak sebagai Ketua DPD Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kabupaten Sintang periode 2025–2030 membawa pesan kuat tentang pentingnya kesiapan daerah menghadapi tantangan global, khususnya di bidang ekonomi dan geopolitik.

Dalam acara pelantikan yang digelar di Pendopo Bupati Sintang, Sabtu (18/04/2026), Yohanes menyoroti dampak situasi global yang secara langsung memengaruhi kehidupan masyarakat di daerah, mulai dari kenaikan harga bahan bakar hingga potensi krisis ekonomi.

“Kita tidak bisa menutup mata. Geopolitik dunia hari ini berdampak langsung ke kita, mulai dari harga BBM sampai harga kebutuhan pokok. Kalau tidak diantisipasi, ini bisa mengganggu stabilitas dan perdamaian di daerah,” kata Yohanes Rumpak.

Ia menegaskan, dalam kondisi seperti ini, kehadiran ICDN menjadi sangat penting sebagai ruang berpikir dan berdiskusi untuk melahirkan solusi-solusi strategis. Menurutnya, organisasi ini harus mampu membaca situasi dan memberikan kontribusi nyata bagi pemerintah dan masyarakat.

“ICDN harus hadir di tengah situasi seperti ini. Kita harus mampu melahirkan ide-ide cerdas untuk menjawab tantangan ekonomi dan menjaga stabilitas daerah,” ujarnya.

Yohanes juga menyinggung pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang adil dan berkelanjutan. Ia menilai, selama ini masyarakat lokal belum sepenuhnya menjadi aktor utama dalam pemanfaatan potensi daerah.

“Kita punya sumber daya alam yang melimpah, tapi sering kali kita hanya jadi penonton. Ini yang harus kita ubah. ICDN harus ikut terlibat dalam menentukan arah kebijakan, bukan hanya mengikuti,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPW ICDN Kalimantan Barat, Heri Saman, menambahkan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, terutama dengan berkembangnya wilayah Kalimantan sebagai kawasan strategis nasional.

“Kita harus siap menghadapi perubahan besar, termasuk arus masuk penduduk dan perkembangan ekonomi. Masyarakat lokal harus dibekali kemampuan agar tidak tertinggal,” kata Heri.

Ia juga mengingatkan pentingnya pendekatan yang cerdas dalam menghadapi perubahan, termasuk dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kepentingan masyarakat adat.

Dengan kepemimpinan Yohanes Rumpak, ICDN Sintang diharapkan mampu menjadi pusat pemikiran strategis yang tidak hanya responsif terhadap perubahan global, tetapi juga proaktif dalam menciptakan kebijakan yang berpihak pada masyarakat.

“Kita harus bergerak bersama. Tantangan ke depan tidak ringan, tapi dengan pemikiran dan kerja sama, kita bisa menghadapinya,” tutup Yohanes. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.