SINTANG – Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Sintang, Edy Harmaini, menegaskan pentingnya kerja sama lintas organisasi perangkat daerah (OPD) dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA). Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan penguatan penginputan indikator KLA yang digelar pada Rabu, 15 April 2026.
Menurut Edy, program Kabupaten Layak Anak merupakan agenda nasional yang setiap tahun dinilai oleh kementerian. Penilaian tersebut tidak hanya melihat program pemerintah, tetapi juga keterlibatan berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan yang ramah bagi anak.
“Ini bukan hanya tugas satu dinas, tetapi tanggung jawab bersama. Semua OPD harus memastikan bahwa program dan kegiatan mereka berpihak pada kepentingan anak,” ujar Edy.
Ia menjelaskan bahwa konsep ramah anak harus terintegrasi dalam berbagai sektor, mulai dari fasilitas publik seperti taman bermain hingga kegiatan sosial seperti olahraga dan seni budaya. Semua aktivitas tersebut perlu dirancang agar aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Saat ini, Kabupaten Sintang berada pada kategori Madya dengan skor sekitar 500. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan ke kategori Nindya dengan skor minimal 700.
Untuk mencapai target tersebut, Edy meminta seluruh OPD aktif menginput data kegiatan yang berkaitan dengan pemenuhan hak anak. Ia menilai masih banyak program yang sudah berjalan namun belum terdokumentasi dengan baik dalam sistem penilaian KLA.
“Kegiatan sebenarnya sudah banyak dilakukan, tetapi belum semua tercatat. Ini yang harus kita kejar bersama,” katanya.
Melalui sinergi yang kuat dan komitmen bersama, Edy optimistis Kabupaten Sintang mampu meningkatkan statusnya menjadi Kabupaten Layak Anak kategori Nindya pada tahun ini.(RED)





