SINTANG – Kepala Desa Nyangkom, Albertus Herkolanus, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan adat serta budaya Dayak Lebang Nado melalui pelaksanaan Gawai Behido Kampung Nyangkom tahun 2026.
Kegiatan budaya tahunan tersebut direncanakan berlangsung pada 8–9 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai perlombaan seni dan budaya tradisional. Sejumlah agenda yang akan dilaksanakan di antaranya Lomba Bekano, Lomba Menyanyi Solo Lagu Dayak Lebang Nado, Lomba Tari Kreasi Tradisional Dayak, serta hiburan masyarakat dan kegiatan adat lainnya.
Albertus Herkolanus mengatakan, Gawai Behido bukan hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga sebagai wadah mempererat kebersamaan dan menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.
“Melalui Gawai Behido ini kita ingin budaya Dayak Lebang Nado tetap terjaga dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya. Ini adalah bagian dari identitas dan warisan leluhur yang harus kita pelihara bersama,” ujarnya, pada Jumat (15/5/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, tokoh adat, pemuda, dan masyarakat yang telah ikut mendukung persiapan kegiatan. Menurutnya, semangat gotong royong dan kebersamaan warga menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan pelaksanaan Gawai Behido tahun ini.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia dan seluruh masyarakat yang sudah bekerja bersama mempersiapkan kegiatan ini. Antusias masyarakat sangat luar biasa dan ini menunjukkan bahwa budaya kita masih dicintai serta dijaga bersama,” katanya.
Lomba Bekano akan menampilkan sastra lisan khas Dayak Lebang Nado yang menggunakan bahasa daerah serta mengangkat nilai-nilai budaya dan kehidupan masyarakat setempat. Selain itu, lomba menyanyi solo dan tari kreasi tradisional juga menjadi bagian dari upaya melestarikan lagu daerah serta memperkuat kecintaan masyarakat terhadap seni dan budaya Dayak Lebang Nado, dengan harapan adat dan budaya Lebang Nado dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas.
“Kami berharap kegiatan ini nantinya bisa menjadi ruang kebersamaan masyarakat sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Lebang Nado kepada para tamu dan generasi muda. Budaya harus tetap dijaga agar tidak hilang oleh perkembangan zaman,” tambahnya.
Pemerintah Desa Nyangkom bersama panitia dan tokoh adat juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga suasana yang aman, tertib, dan penuh persaudaraan selama rangkaian kegiatan Gawai Behido berlangsung. (RED)





