SINTANG – Kehadiran Camat Tempunak Fransiskus Sumadi dalam kegiatan Gawai Dayak Nyelapat Taun di Dusun Lempah Restu, Desa Tempunak Kapuas, mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat, Kamis (14/5/2026). Kegiatan adat tersebut berlangsung sederhana namun penuh makna sebagai bentuk pelestarian budaya dan ungkapan syukur masyarakat Dayak.
Dalam kegiatan itu, Camat Tempunak hadir bersama unsur TNI, perangkat desa serta tokoh masyarakat. Prosesi adat berjalan khidmat dengan nuansa budaya Dayak yang masih sangat kental. Warga dari berbagai kalangan tampak berkumpul dan mengikuti jalannya acara dengan tertib.
Fransiskus Sumadi mengatakan bahwa kegiatan adat seperti gawai memiliki nilai penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat hubungan sosial di tengah masyarakat. Ia menilai tradisi yang terus dilestarikan menjadi kekuatan daerah dalam menjaga identitas budaya lokal.
“Kegiatan adat seperti ini harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Selain menjaga budaya, gawai juga menjadi momentum mempererat tali persaudaraan antarwarga,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kekompakan masyarakat dan panitia yang telah bekerja sama sehingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Menurutnya, semangat gotong royong yang terlihat selama persiapan hingga pelaksanaan acara merupakan nilai positif yang perlu dipertahankan.
Selain prosesi adat, kegiatan juga diisi dengan pertemuan masyarakat dan ramah tamah bersama tamu undangan. Suasana kekeluargaan tampak mewarnai seluruh rangkaian acara.
Panitia pelaksana berharap kegiatan Gawai Dayak Nyelapat Taun dapat terus menjadi agenda budaya tahunan yang membawa manfaat bagi masyarakat serta memperkuat rasa kebersamaan di lingkungan desa.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat Dusun Lempah Restu menunjukkan komitmen untuk tetap menjaga adat istiadat dan budaya lokal sebagai bagian penting dari kehidupan sosial masyarakat Dayak di Kecamatan Tempunak. (RED)





