Rakor DAD Tempunak Perkuat Sinergi Adat dan Budaya di Tengah Perkembangan Zaman

oleh

SINTANG – Upaya memperkuat peran adat dalam kehidupan masyarakat kembali ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Tempunak yang digelar di Desa Suka Jaya (Makong), Senin (4/5/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Camat Tempunak, Fransiskus Sumadi, bersama para pengurus DAD, temenggung, dan tokoh masyarakat.

Pertemuan tersebut menjadi ruang bersama untuk menyatukan pandangan terkait pelestarian adat dan budaya Dayak, sekaligus mengevaluasi pelaksanaan hukum adat yang telah berjalan. Dalam suasana yang penuh kekeluargaan, berbagai masukan disampaikan guna memperkuat peran lembaga adat di tengah dinamika sosial masyarakat.

Camat Tempunak, Fransiskus Sumadi, dalam arahannya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara adat, budaya, dan perkembangan zaman. Menurutnya, nilai-nilai adat bukan hanya warisan, tetapi juga pedoman hidup yang harus terus dirawat dan dijaga keberlanjutannya.

“Kami mengusulkan agar kain tenun dijadikan sebagai bagian utama dalam kelengkapan kepala pada pakaian adat istiadat. Ini bukan sekadar simbol, tetapi wujud nyata pelestarian budaya lokal yang memiliki makna dan nilai yang tinggi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan lembaga adat menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang harmonis. Dengan adanya komunikasi yang baik, setiap persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara bijak melalui pendekatan adat yang mengedepankan musyawarah.

Sementara itu, pihak DAD Kecamatan Tempunak menyambut baik berbagai gagasan yang disampaikan dalam rapat tersebut. Mereka menilai, penguatan identitas budaya melalui elemen-elemen adat seperti kain tenun merupakan langkah positif yang patut didukung bersama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kesepahaman yang kuat antara seluruh elemen masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan adat istiadat. Dengan demikian, budaya Dayak di Kecamatan Tempunak dapat terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan bersama tanpa meninggalkan akar nilai yang telah diwariskan para leluhur. (RED)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.